Jakarta Bicara Ekonomi & Bisnis Meski Minim Alat Produksi, Krupuk Lempeng Slambur Siap Bersaing Dipasaran

Meski Minim Alat Produksi, Krupuk Lempeng Slambur Siap Bersaing Dipasaran

JakartaBicara, Madiun – Pemerintah Kabupaten madiun memberikan peluang kepada pengusaha UMKM yang ada di Desa Slambur kecamatan Geger Kabupaten Madiun untuk memperkenalkan dan menampilkan hasil produksi mereka pada program Bhakti sosial terpadu(BST) Bazar UMKM, jumat 2/12/22.

Salah satunya yaitu produksi krupuk lempeng yang Digeluti oleh jarianto warga Desa slambur Rt 06 Jarianto merupakan salah satu warga yang memiliki usaha kerupuk lempeng Dirumahnya,Meski baru merintis usaha ini satu tahun yang lalu krupuk hasil produksinya sudah banyak dikenal warga dilingkungan tersebut dan juga warga dari lain daerah.

Ia mengatakan bahwa dahulu hanya seorang buruh kuli bangunan seiring adanya wabah covid-19 ia banting setir beralih profesi menjadi pembuat kerupuk lempeng.

Diakuinya awalnya hanya coba-coba saja seiring berjalannya waktu ternyata kerupuk buatannya diminati banyak orang jadi karena hal itu dia menjadi fokus menggeluti bidang tersebut.

Dalam sekali produksi ia mampu membuat kerupuk hingga 1 kwintal apabila cuaca mendukung dan krupuk hasil produksinya ia jual kepasar diseputaran Geger Dengan harga perbalnya 40 ribu rupiah sebanyak 2.5 kg Dan Dengan tafsiran penghasilan 2 juta perbulan. Dalam menjalankan bisnisnya ia dibantu oleh 4 orang karyawan dari tetangga sekitar.

Kendala utama yang ia hadapi menurutnya dari segi alat produksi yang diakuinya bikinan atau rakitannya sendiri sehingga dalam produksinya belum bisa maksimal beda dengan alat buatan pabrik,selain itu faktor cuaca juga mempengaruhi hasil produksi sebab ia tidak mempunyai oven untuk mengakali produksi apabila cuaca hujan.

“Awalnya saya hanya coba-coba saja produksi krupuk ini karena covid itu kan kerjaan sepi alhamdulilah kok banyak peminatnya tapi kendala saya pada peralatan kurang memadai karena hanya buatan sendiri sehari hanya mampu memproduksi 1 kwintal kadang juga tidak sampai tergantung cuacanya” terang jarianto.

Masih menurut jarianto untuk bahan sendiri kami memakai tepung tapioka dan juga terigu tanpa bahan pengawet,untuk pemasaran awalnya hanya ke warga sekitar sini saja untuk disetorkan ke toko tapi saat ini sudah merambah kepasar-pasar dikabupaten madiun.”imbuhnya”

Saya sebagai pelaku Umkm berharap kepada bupati madiun dan dinas terkait untuk sedianya memberikan bantuan peralatan untuk usaha saya agar bisa maksimal dan menyerap tenaga kerja dan untuk krupuk hasil produksi saya pastinya siap bersaing dipasaran.

Pewarta: tim media suara mabes madiun

0 Likes

Author: admin