Jakarta Bicara Daerah Usut Tuntas Dugaan Korupsi Prayudi, ST, MT, Kepala Subdirektorat Pemeriksaan dan Analis Kecelakaan Saat Menjabat Sebagai Kepala Satker Jabotabek Pada Proyek Pembangunan Rel dan Stasiun Kereta Api Kota Tanjung Priok

Usut Tuntas Dugaan Korupsi Prayudi, ST, MT, Kepala Subdirektorat Pemeriksaan dan Analis Kecelakaan Saat Menjabat Sebagai Kepala Satker Jabotabek Pada Proyek Pembangunan Rel dan Stasiun Kereta Api Kota Tanjung Priok

JakartaBicara, Jakarta – Carut marut dunia perkeretaapian pada Direktorat Perkeretaapian Kemeterian Perhubungan (Ditjen KA Kemenhub), eskalasinya semakin meningkat dan bertambah riskan dalam aspek alokasi anggarannya.

Berbagai sektor kebutuhan fisik telah maksimal menyerap dana baik prasarana maupun sarana, tetapi BAU AMIS dugaan korupsi pada setiap proyek dan juga tingkat kebocoran anggaran diduga semakin tinggi dan tidak jelas pertanggung jawabannya.

Desember 2015, Kereta Rel L iaistrik (KRL) lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok diaktifkan kembali. Pengoperasian ini dilakukan setelah PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kementerian Perhubungan merevitalisasi prasarana di lintasan tersebut. Jalur Jakarta Kota-Tanjung Priok berjarak sekitar 8,086 KM, yang melewati empat stasiun yang berada pada jalur ini, masing-masing Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Kampung Bandan Atas, Stasiun Ancol, dan Stasiun Tanjung Priok.

Ada satu pertanyaan yang sangat mendasar. Kemana dana APBN milyaran rupiah yang mengalir untuk pembenahan jalur rel dan stasiun Kota –Tanjung Priok?

KOMITE REFORAMASI LINTAS MAHASISWA INDONESIA(KRL MANIA) sangat menaruh curiga bahwa, dana APBN tersebut diduga telah di korupsi oleh para mafia proyek pengerjaan rel kereta api dan juga dana APBN tersebut hanya menjadi pajangan dan bancakan proyek para oknum-oknum pejabat di Dirjen Pekeretaapian Kementerian Perhubungan.

Pengerjaan proyek dibawah Satker Praska Jabotabek dengan pimpinan PRAYUDI ST., MT., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemeriksaan Dan Analisis Kecelakaan* bukan hanya pada Proyek Jalur kereta api Jalur Kota Tanjung Priok saja yang bermasalah tapi juga ada banyak proyek yang dibawah Satker Praska Jabotabekyang bermasalah.

Berikut ini KRL MANIA mencoba merinci daftar proyek bermasalah yang selama ini dipegang oleh dibawah Satker Praska Jabotabek padatahun Anggaran 2013 yang diduga kuat bermasalah:

1. PT. NUANSA VANINDO pekerjaan Lanjutan Elektrifikasi Listrik Aliran Atas (LAA) KM
0 + 000 s/d KM 3 + 270. Lintas Duri -Tanggerang senilai Rp. 7.020.470.000
2. PT. NUANSA VANINDO. pekerjaan Lanjutan Elektrifikasi Listrik Aliran Atas (LAA) KM
13 + 080 s/d KM 16+ 350. Lintas Duri -Tanggerang senilai Rp. 5.237.000.000
3. PT. CHRISTALENTA PRATAMA pekerjaan Lanjutan Elektrifikasi Listrik Aliran Atas
(LAA) KM 9 + 810. s/d KM 13 +080. Lintas Duri -Tanggerang Senilai Rp. 6. 917.000.000
4. PT. CHRISTALENTA PRATAMA pekerjaan Lanjutan Elektrifikasi Listrik Aliran Atas
(LAA) KM 13 + 080 s/d KM 16 +350. Lintas Duri -Tanggerang Senilai Rp. 8.561.664.000
5. PT. CHRISTALENTA PRATAMA pekerjaan Normalisasi LAA sepur Hulu-hilir antara
KM 4+ 100 s/d KM 8+ 200. Lintas Jakarta kota -Tanjung Priok Senilai Rp. 7.313.000.000
6. PT. CATURPILAR PERKASA TANGGUH Normalisasi LAA Sepur Hulu – Hilir antara
KM 0 + 000 s/d KM 4 + 100 Lintas Jakarta kota -Tanjung Priok Senilai Rp.7.314.510.000

Harus diketahui semua pihak bahwa, di tahun-tahun sebelumnya pun perusahaan-perusahaan ini selalu menjadi pemenang dimana persekongkolan tersebut belum tersentuh hukum. Sistem pelelangan di Satker Praska Jabotabek sudah mengakar budaya KKN nya, dari titipan pejabat lantai 11 sampai bawaan direktur yang menjabat disana sehingga mereka seperti perusahaan yang kebal hukum dan perlu diusut mengingat praktek KKN Sudah merugikan keuangan negara.

Oleh karena itu, kami dari KRL MANIA, menuntut:

1. Usut Tuntas Kasus Korupsi di lingkungan Satker Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang diduga kuat melibatkan Ketua Satker Praska Jabotabek Prayudi, ST., MT dan Eks Dirjen KA Hermanto Dwiatmoko.

2. Tangkap Dan Seret Prayudi ke Depan Pengadilan.

3. Mendesak BPK melakukan Audit Investigasi di Tubuh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

4. Mendesak Menteri Perhubungan, agar copot PRAYUDI ST., MT., yang saat ini menjabat sebagai

0 Likes

Author: admin