MediaSuaraMabes, Sukabumi – Bertempat di Mahoni Leisure, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi sukses menggelar sosialisasi pembentukan Desa Binaan Imigrasi Tahun 2026 bagi warga Desa Cireunghas. Selain fokus pada penguatan regulasi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat sekitar.
“Kami ucapkan selamat datang kepada jajaran Imigrasi dan narasumber lainnya di Cireunghas. Kami sangat mengapresiasi program ini karena edukasi langsung seperti ini sangat dibutuhkan warga kami agar memiliki pemahaman legalitas yang kuat sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri,” ujarnya
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Henki Irawan, memberikan arahan strategis sekaligus membuka acara secara resmi. Beliau menekankan pentingnya sinergi hingga tingkat terbawah.
“Desa Binaan Imigrasi adalah bentuk jemput bola kami. Saya instruksikan agar fungsi intelijen dan pelayanan imigrasi menyatu dengan perangkat desa. Kita harus memastikan setiap paspor yang terbit digunakan untuk tujuan yang benar, bukan disalahgunakan oleh sindikat non-prosedural,” tegasnya
Sesi materi diisi oleh para ahli di bidangnya. Perwakilan dari Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) menekankan perlindungan hukum bagi Pekerja Migran Indonesia, sementara perwakilan Disnaker Kabupaten Sukabumi memaparkan teknis verifikasi perusahaan penempatan yang legal.
Suasana diskusi semakin haru saat Roby, seorang warga yang memiliki pengalaman pahit bekerja secara non-prosedural di Kamboja, memberikan testimoninya.
“Saya pernah terjebak di Kamboja tanpa dokumen jelas. Saya hadir di sini agar bapak dan ibu tidak mengalami hal yang sama. Tolong, ikutilah jalur resmi yang dijelaskan hari ini. Jangan mudah percaya janji manis sponsor ilegal,” ungkap Roby.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh panitia dari Kantor Imigrasi Sukabumi bersama jajaran Pemerintah Desa Cireunghas berikut para RT dan RW turun ke jalan di depan lokasi Mahoni Leisure, melakukan kegiatan pembagian paket takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas.
Kepala Desa Cireunghas menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kedekatan aparat dengan masyarakat.
“Sambil kita memberikan edukasi formal, kita juga ingin berbagi keberkahan Ramadan di luar ruangan. Ini adalah bentuk sinergi yang hangat antara Imigrasi, Pemerintah Desa, dan warga,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan buka puasa bersama, menandai dimulainya komitmen Cireunghas sebagai Desa Binaan Imigrasi yang aman dan sadar hukum.
Kabiro Sukabumi : Andry Rahmatulloh S,S
