MediaSuaraMabes, Banda Aceh – Kepala Perwakilan Media Suara Mabes (MSM) Aceh, Hanafiah, kembali menyoroti dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran di RSUD Zainoel Abidin. Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi Aceh, segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Menurut Hanafiah, kondisi manajemen dan keuangan rumah sakit milik pemerintah tersebut dinilai memprihatinkan dan berdampak terhadap pelayanan serta kesejahteraan tenaga kesehatan.
“Dugaan korupsi di RSUD Zainoel Abidin sudah sangat memprihatinkan. Kami meminta Kejati Aceh segera memanggil pihak-pihak terkait agar persoalan ini terang benderang,” ujar Hanafiah kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Ia menilai persoalan yang terjadi di rumah sakit tersebut telah berdampak luas, mulai dari pelayanan pasien hingga hak-hak tenaga kesehatan dan pegawai.
“Dengan kondisi keuangan rumah sakit saat ini, dampaknya dirasakan pasien maupun tenaga kesehatan. Informasi yang kami terima, ada hak-hak pegawai yang belum terpenuhi,” katanya.
Hanafiah juga meminta Pemerintah Aceh untuk tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan rumah sakit harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, ia mendesak aparat penegak hukum agar serius menindak setiap dugaan tindak pidana korupsi di Aceh tanpa pandang bulu.
“Kami berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Zainoel Abidin maupun Pemerintah Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan tersebut.
(Hanafiah)
