MediaSuaraMabes | Jakarta Utara – Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti Festival Pendayagunaan Ruang Publik bertema “Cipta Lestari Seni Budaya di Taman Bacaan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Cahaya Ilmu (RCI) pada Senin (3/8) di Jl. Komplek UKA RT .016/08, Taman Bacaan Masyarakat, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB ini, menjadi momentum penting dalam menghidupkan ruang publik sebagai pusat literasi, edukasi, kreativitas, dan pelestarian seni budaya. Festival juga menjadi ajang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas, serta berbagai mitra dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan seni dan budaya.
Festival ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Lurah Tugu Utara, Camat Koja, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara, serta Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ruang publik sebagai sarana pembelajaran dan pelestarian budaya bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, para pejabat menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Rumah Cahaya Ilmu yang secara konsisten menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis literasi dan kebudayaan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas anak-anak dan generasi muda.
Festival Pendayagunaan Ruang Publik tahun ini memiliki makna yang lebih istimewa karena menjadi puncak acara sekaligus penutupan rangkaian program workshop yang telah dilaksanakan selama empat bulan oleh Yayasan Rumah Cahaya Ilmu. Selama periode tersebut, ratusan peserta, khususnya anak-anak dan remaja, mengikuti berbagai kelas kreatif yang meliputi Workshop Melukis, Workshop Batik, Workshop Dongeng, Workshop Read Aloud, Workshop Tari Tradisional, Workshop Musik Limbah, serta Workshop Teater.
Seluruh hasil pembelajaran, kreativitas, dan penampilan peserta ditampilkan kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah mereka jalani.
Beragam kegiatan turut memeriahkan festival, di antaranya Pergelaran Seni, Bazar UMKM, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Lomba Dongeng Boneka, Lomba Mewarnai, serta Pameran Hasil Karya Seni Lukis dan Batik yang menampilkan karya para peserta workshop. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sejak pagi hari dengan hadirnya ratusan pengunjung yang menikmati seluruh rangkaian acara.
Festival ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan mitra, di antaranya Dana Indonesiana, LPDP, NPH, Optikal Permai, NP Advertising, PKM Koja, PAM JAYA, serta berbagai media partner yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta workshop menampilkan hasil pembelajaran mereka melalui berbagai pertunjukan seni yang memukau. Acara kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Pitu Band, yang berhasil menghibur seluruh tamu undangan dan masyarakat dengan lagu-lagu penuh semangat dan kebersamaan.
Penampilan tersebut menjadi penutup yang meriah sekaligus menandai berakhirnya rangkaian program Pendayagunaan Ruang Publik “Cipta Lestari Seni Budaya di Taman Bacaan Masyarakat tahun 2026”.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Rumah Cahaya Ilmu berharap seluruh ilmu, pengalaman, dan kreativitas yang diperoleh peserta selama mengikuti workshop dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Festival ini juga diharapkan menjadi inspirasi bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai pusat literasi, pendidikan, pelestarian budaya, serta penguatan karakter generasi muda.
“Membaca, Berkarya, Berbudaya, untuk Masa Depan yang Lestari.”
Triyanto Mokar Siknun
