MediaSuaraMabes | Tangerang – Wujud nyata semboyan “Satu Rasa, Satu Jiwa” kembali ditunjukkan oleh keluarga besar organisasi kemasyarakatan Pemuda Batak Bersatu (PBB). Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PBB Provinsi Banten, Todo Nainggolan, beserta jajaran pengurus dan rekan juang PBB melayat ke rumah duka ayahanda Ketua DPD PBB Jawa Tengah, Andi Lingga, pada Kamis (29/10/2026).
Ayahanda tercinta Andi Lingga, yang akrab disapa Oppung Beckam Lingga Doli, meninggal dunia pada usia 75 tahun karena sakit.
Kehadiran rombongan DPD PBB Provinsi Banten disambut haru oleh pihak keluarga dan kerabat almarhum di rumah duka yang berlokasi di Kampung Bungaok Circu, RT 003/RW 001 No. 53, Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Turut mendampingi Ketua DPD PBB Banten dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DPD PBB Provinsi Banten, Mariaman Situmorang, beserta para kader dan rekan juang PBB lainnya.
Dalam suasana duka yang mendalam, Todo Nainggolan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Kehadiran jajaran DPD PBB Banten merupakan bentuk empati, solidaritas, serta ikatan persaudaraan yang kuat antar-pengurus dan anggota PBB lintas provinsi.
“Kehadiran kami bersama jajaran DPD dan rekan juang PBB Banten di rumah duka ini adalah wujud nyata dari nilai Satu Rasa, Satu Jiwa. Kami turut merasakan duka yang dialami oleh rekan juang kami, Ketua DPD PBB Jawa Tengah, Bapak Andi Lingga, beserta seluruh keluarga besar,” ungkap Todo Nainggolan di rumah duka.
Lebih lanjut, momentum kebersamaan di tengah suasana duka ini diharapkan dapat terus mempererat tali persaudaraan serta memupuk rasa saling peduli, baik di lingkungan organisasi Pemuda Batak Bersatu maupun di tengah masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan melayat berlangsung dengan khidmat. Jajaran pengurus PBB yang hadir turut mendoakan agar mendiang Oppung Beckam Lingga Doli mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan dalam menghadapi masa duka ini.
(Penulis: Saud Maruntung Marbun)
