Pelajar Versus Media Sosial

JakartaBicara, NTT –  Oleh: Iffah ismiyah
Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

Indonesia sebagai negara berkembang yang tidak luput dari pengaruh pesatnya perkembangan teknologi digital.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap semua lini kegiatan masyarakat, termasuk dalam segi pendidikan.

Bagai 2 mata sisi yang tajam, media sosial mempunyai manfaat sekaligus bahaya yang besar jika tidak dimanfaatkan dengan benar.

Berdasarkan hasil penelitian yang ada bahwa sebanyak 91% siswa SMP/sederajat mengakses internet dan sebanyak 75.8% menggunakannya utuk media sosial.

Dari media sosial, pelajar dapat mengambil banyak manfaat diantaranya kemudahan proses pembelajaran dimana siswa dapat dengan mudah mengakses video pembelajaran, pembelajaran secara e learning juga membuat siswa dapat belajar tanpa terbatas ruang dan waktu.

Disamping itu media sosial juga bermanfaat agar pelajar mampu mengekspresikan diri nya untuk dapat mengeksplor dan mengembangkan bakat mereka.

Bahkan media sosial juga mampu menciptakan peluang kerja dan media pemasaran bagi pelajar dengan memposting hasil karya yang mereka buat.

Disamping manfaat, bahaya juga mengancam pelajar yang tidak mampu memanfaatkan media sosial dengan baik, diantaranya dapat menimbulkan gangguan fisik seperti mata kering, myopi, sakit leher.

Tidak hanya gangguan secara fisik saja yang mungkin timbul, bahkan ancaman gangguan kejiwaan juga dapat terjadi karena banyak yang mengekspos kegiatan untuk citra diri sehingga tanpa disadari dapat menimbulkan perasaan iri, cemas, mudah frustasi, emosi karena sering membandingkan diri dengan orang lain.

Konten negatif, berita hoaks bahkan tindak kejahatan juga bisa mempengaruhi pelajar untuk mencontoh dan melakukan hal negatif bila tidak diberikan pengertian.

Agar pelajar dapat menurunkan dampak negatif dari media sosial, maka perlu diberikan pemahaman kepada pelajar maupun orang tua sebagai kontrol.

Ada beberapa tips mudah yang dapat dilakukan, diantaranya :
Berikan pemahaman alasan yang jelas tentang tujuan penggunaan media sosial.

Tujuan belajar harus ditekankan agar siswa dapat mengatur penggunaan hanya untuk kepentingan belajar saja.
Menghindari memegang HP secara terus menerus.

Waktu istirahat atau tidur jauh lebih penting bagi kesehatan siswa untuk menunjang proses belajar.

Batasi notifikasi pemberitahuan media sosial agar tidak menimbulkan keinginan untuk terus membuka media sosial
Yang tidak kalah penting adalah dukungan orang tua dan keluarga agar siswa dapat memperoleh manfaat maksimal dengan dampak minimal penggunaan media sosial.

Selain beberapa tips diatas, ada hal yang yang juga sangat penting diperhatikan dalam pengunaan internet, menurut UNICEF, ada beberapa tips aman pengunaaan siswa dalam menggunakan media sosial yaitu:
Jangan membagikan kata sandi kepada siapapun, termasuk kepada teman.

Jangan mudah membagikan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu.

2 Likes

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *