Jakarta Bicara – MSM Group Daerah Hasil Panen Menurun, Pempus Tangani Jaringan Irigasi Mbay

Hasil Panen Menurun, Pempus Tangani Jaringan Irigasi Mbay

JakartaBicara, NTT – Hasil panen para petani yang selama ini memanfaatkan air irigasi dari Daerah Irigasi (DI) Mbay untuk mengairi ratusan hektar lahan persawahan di wiayah Negekeo terus menurun hampor tiap tahun, kini mulai legah setelah Pemerintah Pusat melalui balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua (BWS-NT2) Kupang pad Tahun Anggaran 2022 ini mulai menangani jaringan Irigasi Mbay Kanan.

Penangan terhadap jaringan irigasi Mbay di Kabupaten Nagekeo, Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Pemerintah Pusat ini berlangsung selama dua Tahun Anggaran yakni 2022 hingga 2023 dengan total dana mencapai Rp 53.878.133.000.

Proyek tersebut direncanakan akan berlangsung selama 6 ratus 77 hari kalender dengan Kontraktor pelaksana PT floresco Aneka Inddah KSO Brad Mandiri Jaya Sentosa. Proyek rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irgasi Mbay ini dilakukan melalui program Loan Simurp dengan pekerjaan meliputi, Rehabilitasi bendungan, rehabilitasi Saluran Induk, Saluran Sekunder, saluran tersier dan pekerjaan Rehabilitasi saluran pembuang.

‘kita saat ini sedang melakukan pekerjaan persiapan penanganan jaringan, seperti pekerjaan pembesian (bikesting) sambil menunggu penutupan pintu air setelah petani selesai panen, nanti kalau saat penutupan juga dilakukan dengan sistem buka tutup atau 10 hari buka sepuluh hari tutup.” Ujar salah seorang Pekerja dari PT Floresco Rikar. saat ditemui di lokasi basckamp PT Floresco di seputaran Kawasan jaringan irigasi Mbay Kanan di Kota Mbay, Ibu Kabupaten Nagekeo pada Senin (23/05/2022).

Menurut Rikar, dengan adanya aktifitas petani yang masih berlangsung di Kawasan proyek, tentu tidak bisa di hentikan mengingat tanaman petani di Kawasan itu masih berlangsung dengan kegiatan petani belum selesai panen.

“saat ini masih pada musim panen, ada petani yang sudah selesai panen, ada juga petani yang belum panen. Bahkan ada juga lahan petani yang kondisi padinya belum hisa dipanen.”kata Rikar.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua (BWS-NT2) Kupang melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa Dua (IRWA) Kupang, mengatakan, pekerjaan lapangan saat ini masih terkendala dengan sistem buka tutup air di lokasi kegiatan.

“kalau soal persiapan dan kegiatan lapangan kita sudah mulai, Cuma karena masih banyak petani yang belum selesai panen maka kita masih terkendala dengan system buka tutup air.” Ujarnya Yan singkat.

Menurutnya, dalam sosialisasi kegiatan dilapangan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh petani baik Penggarap maupun pemlih lahan agar dapat memberikan kesempatan bagi Kontraktor dan pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut demi kemakmuran dan kelangsungan hidup masyarakat di Kawasan irigasi Mbay menyusul selama beberapa tahun terakhir ini hasil panen petani menurun drastic akibat adanya kerusakan pada jaringan Irigasi Mbay.(Ras).

3 Likes

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *