Jakarta Bicara – MSM Group Sosial & Budaya Dero Nagekeo dibawakan Sanggar Seni SDSP Hipelmas dalam Gelaran Seni Merayakan Kebinekaan

Dero Nagekeo dibawakan Sanggar Seni SDSP Hipelmas dalam Gelaran Seni Merayakan Kebinekaan

JakartaBicara, NTT – Sanggar tari SDSP himpunan pelajar mahasiswa Aesesa/Hipelamas Kupang meriahkan pagelaran budaya merayakan kebhinekaan dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2022 bertempat di Niang Mose Convention Center Penfui Minggu, (05/06/2020) sore.

Sanggar tari Hipelmas Kupang membawakan tarian Dero kreasi dengan berbusana sarung adat khas Nagekeo.

Tarian Dero sendiri merupakan lambang suka cita sekaligus bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa serta bentuk kerukunan dan toleransi yang penuh dengan rasa kekeluargaan, kata Ketua Umum Hipelamas Ovan Wajo kepada media ini di sela – sela kegiatan.

Pergelaran seni ini juga dimeriahkan oleh beberapa sanggar tari dari berbagai daerah di NTT dengan berbalut pakaian adat daerahnya masing-masing.

Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam sambutannya yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Marius A. Jelamu menyampaikan bahwa kegiatas pentas budaya ini tentunya memberikan edukatif pada masyarkat, juga sebagai wadah untuk menunjukan bakat serta kreatifitas yang tentunya dimiliki oleh generasi muda.

“saya berharap dengan adanya acara seperti ini selain mampu memberikan resonansi untuk yang lainya juga dapat dijadikan media untuk menunjukan bahwa disekitar kita sesungguhnya masih banyak anak muda yang berbakat dan kreatif. Dan tentunya hal seperti ini tetap kita kembangkan dan kita jaga kelestarianya dalam rangka melestarikan adat istiadat, budaya, tarian daerah asal Nusa Tenggara Timur”.

Sementar itu owner PT. Mekon Indah Bapak Antonius Porat yang juga sebagai pemilik Niang Mose Convention Center menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengabadikan keluhuran budaya.

“Budaya itu sebenarnya berhubungan dengan keluhuran hidup. Keluhuran bisa dikembangkan tetapi ada keluhuran etentik yang diwariskan oleh nenek moyang kita yang tidak ditemukan di tempat lain. NTT bisa dikatakan sebagai Indonesia mini karena memiliki berbagai macam bahasa, suku, budaya. Untuk menjaga keluhuran ini merupakan tanggung jawab moral generasi muda untuk terus mewartakan keluhuran ini” paparnya dengan penuh semangat.(Ras/Hum.Hipelmas)

9 Likes

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *