Jakarta Bicara Ekonomi & Bisnis Atasi Bencana Kekeringan, Pemerintah Buka Lahan Sorgum 300 ha di Sumba Timur

Atasi Bencana Kekeringan, Pemerintah Buka Lahan Sorgum 300 ha di Sumba Timur

JakartaBicara, Sumba Timur – Bencana Kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur , Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mulai ditangani oleh Pemerintah, baik Pusat Maupun Daerah.

Sebagai langkah penangan Darurat, Pemerintah Pusat meluncurkan program penanaman Sorgum dengan luas lahan sekitar 300 hektar.

Untuk tahap awal Pemerintah tengah mempersiapkan sekitar 100 hektare lahan milik masyarakat untuk diolah agar ditanami tanaman Sorgum atau tanaman sejenis jagung itu.

Persiapan lahan Sorgum.yang dimulai dari pengolahan, penanaman hingga perawatan ini melibatkan masyarakat setempat atau pemilik lahan dengan sistem gotong-royong kini sudah mulai ditanami bibit sorgum, bahkan ada diantaranya telah tumbuh subur.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Pengembangan Sorgum WELEM RADJA, SP yang juga sebagai Kepala Bidang Penyuluh dan Bina Usaha Tani, Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Sumba Timur yang ditemui di Dusun Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur .pada Kamis, (27/10/2022) menjelaskan, lahan yang dijadikan sebagai lokasi penanaman Sorgum ini merupakan lahan milik masyarakat setempat, Pemerintah hanya menyiapkan Bibit sorgum, biaya pengolahan, penyiapan dukungan air melalui sumur bor dan sumur pompa.

“Penanganan bencana Kekeringan ini dilakukan bersama antara Masyarakat, Pemerintah Pusat dan Daerah dengan tugas masing yakni masyarakat sebagai pemilik lahan, Pemerintah Daerah menyiapkan Bibir sorgum sedangkan untuk pengolahan lahan dan Dukungan air Baku dari Pemerintah Pusat.” Katanya.

Dikatakan, sebagai tanaman yang mampu bertahan disaat musim.panas hanya membutuhkan sedikit air pada saat tanam hingga umur dua bulan.

”Tanaman Sorgum memiliki sifat yang berbeda dengan tanaman jagung dan lainnya yaitu pada saat tanaman ini usianya sudah mencapai 2 bulan tidak.lgi membutuhkan air yang banyak karena umurnya hanya tiga bulan sehingga kita pastikan dengan debut air dari sumur bor yang disiapkan Balai Sungai sangat memenuhi hingga 3 bulan mendatang.’”ungkapnya.

Sementara itu, Salah seorang Ketua Kelompok Tani dari Desa Wailori yang sekaligus salah satu petani pemilik lahan terluas di Desa itu Dedy mengaku, sejak lama ratusan hektar lahan di daerah ini tidak diolah akibat keterbatasan air baku.

“Sudah lama sekali lahan ini kosong tidak diolah, mau olah pakai air apa, ada sumur bor yang dibangun Pemerintah Pusat Puluhan Tahun silam namun sudah rusak sehingga tidak bisa digunakan, sumur Pompa ini baru saja berfungsi setelah kembali diperbaiki oleh Pihak Balai Sungai NT2 Kupang dan sudah bisa digunakan.”Ungkap Dedy.

Dikatakan, dengan adanya bantuan Pemerintah untuk pengolahan lahan dan bibit termasuk penyiapan air baku dari sumur Bor yang ada ini mereka sangat optimis di tahun-tahun mendatang tidak lagi mengalami krisis pangan akibat Kekeringan di daerah tersebut.

“Sudah ada air begini kami siap kerja olah lahan kami, apa lagi bantuan pemerintah sampai pada bibit dan lainnya ini sudah sangat luar biasa.”katanya.

Hingga saat ini penanganan bencana Kekeringan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Pemerintah baik Pusat Dan Daerah sudah pada tahapan persiapan penanaman bibit sorgum. Dari 100 hektar lahan yang dijadikan lahan Demplot kini lebih dari 15 hektar sudah siap untuk ditanami, saat ini pengolahan terus berlangsung dengan menggunakan 4 unit Tractor satu persatu lahan warga digusur dan diolah menjadi lahan sorgum (ras)

1 Likes

Author: admin