MediaSuaraMabes, Pontianak – Direktorat Binmas Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan Pembinaan dan Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tingkat Provinsi Kalbar Tahun 2026. (Kamis, 12/2)
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Transera Pontianak ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Polri dan elemen Masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta pembangunan Daerah.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dirbinmas Polda Kalbar yang diwakili oleh Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Kalbar, AKBP Asmadi, S.I.P., M.M.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran ketua badan usaha, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta puluhan perwakilan Ormas se-Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, ditekankan bahwa Ormas merupakan manifestasi dari demokrasi yang sehat di Indonesia.
“Sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2013, Ormas memiliki tanggung jawab besar sebagai mitra strategis Pemerintah.”
”Ormas adalah pilar penting dalam demokrasi. Kita berharap melalui koordinasi ini, seluruh organisasi mampu menyalurkan aspirasi masyarakat secara positif, menjaga persatuan, dan yang terpenting, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah,” Ungkap Asmadi.
Selain itu, dihimbau kepada para pengurus Ormas untuk memastikan setiap aktivitas organisasi tetap berjalan di atas koridor hukum dan nilai-nilai Pancasila. Hal ini krusial mengingat keberagaman di Kalimantan Barat adalah modal besar bagi pembangunan jika dikelola dengan semangat persatuan.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., memberikan penekanan terkait pentingnya kolaborasi ini demi terciptanya iklim investasi dan sosial yang kondusif di Kalimantan Barat.
”Polda Kalbar berkomitmen untuk terus merangkul rekan-rekan Ormas sebagai agen perubahan yang positif. Kami ingin Ormas menjadi motor penggerak ketertiban (Kamtibmas) di lingkungannya masing-masing. Jika sinergi ini kuat, maka iklim investasi dan kesejahteraan Masyarakat di Kalbar akan tumbuh dengan pesat,” Tegas Bambang.
Kegiatan pembinaan ini diisi dengan diskusi konstruktif bersama para Narasumber ahli, yang diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Khatulistiwa menjelang dinamika tahun 2026.(Hepni)
