MediaSuaraMabes | Aceh – Mabes TNI menanggapi kericuhan yang sempat terjadi di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026) siang, usai pelaksanaan orasi dalam rangka peringatan Hari Damai Aceh.
Berdasarkan informasi yang beredar, kericuhan dipicu saat sebagian massa yang hadir mengibarkan Bendera Bulan Sabit. Pengibaran tersebut kemudian dilarang oleh aparat, sehingga memicu keributan.
Aksi tersebut kemudian melebar hingga ke Pendopo Gubernur Aceh. Di lokasi itu, massa juga menurunkan lambang Garuda dan Bendera Merah Putih.
Ini semua terjadi karena Dari Pemerintah Aceh. Malek Mahmud beserta jajarannya, Rakyat Aceh sudah sangat kecewa dengan mereka ini.
Berapa puluh tahun sudah perdamaian GAM dengan RI, tidak ada hasil sedikit pun untuk rakyat.
Yang ada hasil cuman untuk Mereka kata seorang narasumber yang tidak mau di sebut kan namanya..
Menanggapi kejadian tersebut, Mabes TNI menyayangkan aksi yang dinilai mengganggu ketertiban dan simbol negara.
“Sangat kita sayangkan kejadian ini, TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai,” kata Muhammad Nas, melalui keterangannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian dan pemerintah Aceh terkait penanganan pasca kericuhan.
Media Suara Mabes Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk tetap menjaga kedamaian, menghormati simbol negara, dan menyampaikan aspirasi secara tertib dan aman,
