MediaSuaraMabes | Bandung – Sebanyak 300 siswa SMP Negeri 31 Bandung mengikuti kegiatan Program Bela Negara yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 4 hingga 5 September 2026, di lapangan utama sekolah.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya sekolah dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, disiplin, dan kesadaran berbangsa bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan bela negara di sekolah bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar bela negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal bela negara berupa pengetahuan, keterampilan dasar, dan sikap disiplin.
Kepala Sekolah SMP Negeri 31 Bandung, Hj Khaerawati S.Pd, M.M.Pd menyampaikan,
Melalui program ini siswa diharapkan menjadi pribadi yang berkarakter kuat, tangguh, berintegritas, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Bela negara bukan berarti harus memanggul senjata, tetapi yang lebih utama adalah menerapkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari karena disiplin akan menjadikan para pelajar menjadi orang yang berkualitas dan memiliki kepribadian yang baik,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai materi dan pelatihan yang dirancang untuk memperkuat karakter dan jiwa nasionalisme antara lain,
Upacara Bendera – Dilaksanakan dengan khidmat untuk menumbuhkan rasa hormat kepada simbol negara.
Peraturan Baris-Berbaris (PBB) – Melatih kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.
Wawasan Kebangsaan, Memperkuat pemahaman tentang Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, dan keutuhan NKRI.
Menumbuhkan kerja sama, komunikasi, dan solidaritas antarsiswa.
Diskusi Kebangsaan – Mengasah kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu nasional dan global.
Mendorong partisipasi aktif siswa dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Contoh Praktik Bela Negara dalam Kehidupan Sehari-hari
Kegiatan ini juga menyajikan contoh-contoh praktik bela negara yang bisa langsung diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
Rajin belajar sebagai bentuk pengabdian untuk menguasai ilmu pengetahuan dan memajukan bangsa.
Menghormati guru, menyayangi teman, dan menolak perundungan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Menghindari tawuran dan penyebaran hoaks sebagai bentuk menjaga ketertiban sosial dan keamanan digital.
Aktif dalam kegiatan organisasi sekolah untuk melatih kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta menunjukkan keterlibatan aktif dalam setiap sesi, mulai dari latihan fisik hingga diskusi interaktif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi, refleksi, dan sesi tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat lebih paham bahwa bela negara bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti rajin belajar, menghormati guru, dan menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap salah satu siswa peserta.
Sekolah berencana menjadikan program bela negara sebagai kegiatan rutin tahunan yang diperluas ke seluruh tingkatan kelas. Kolaborasi dengan institusi terkait seperti dengan TNI dan Kepolisian setempat juga akan terus ditingkatkan untuk memperkuat materi dan dampak kegiatan.
Program kegiatan bela negara di sekolah merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta tanah air. Dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang positif dan siap menghadapi tantangan masa depan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
(arfMSM).
