MediaSuaraMabes | Tilatang Kamang, Agam — Pasar Pekan Kamih kini berbenah secara menyeluruh, tak hanya soal kebersihan dan fasilitas, melainkan juga menegakkan kejujuran di atas timbangan. Rahman Saputra, Ketua Pasar sekaligus Sekretaris Dinas Garin Pemekaran Nagari didampingi sekretarisnya langsung, bersama Firdaus, Direktur BUMNag Koto Tangah, bersinergi menjadikan kegiatan tera ulang timbangan sebagai fondasi utama kepercayaan sekaligus daya tarik pengunjung yang berlangsung dalam. pasar pada kamis, (8 Oktober 2026)
Menurut Adi kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dipimpin langsung oleh Adi, Koordinator Kegiatan Kementerian Perdagangan, bersama tenaga teknis dari Dinas Perindag Naker Kabupaten Agam.
Bagi Adi semua timbangan diperiksa, disetel, dan yang lulus diberi stiker kuning sebagai tanda sah dan akurat. Timbangan yang sudah dinyatakan tepat berlaku satu tahun penuh di mana saja, tanpa perlu diperiksa ulang di pasar lain.
Rahman Saputra menegaskan:
“Kami tidak hanya berbicara, kami buktikan dengan fakta. Tera ulang menutup jalan bagi manipulasi — tak ada yang menipu, tak ada yang ditipu. Keadilan lahir dari sini.”
Rahman menambahkan, Terkait larangan timbangan plastik atau rumahan, Ia akan mengedukasi seluruh pedagang, dengan pendekatan kekeluargaan lewat lisan maupun surat resmi, agar timbangan rumahan dan timbangan plastik tak lagi dipakai berdagang.
Ia juga akan bekerja sama dengan semua pihak, dan akan tegakkan aturan demi nama baik nagari
Firdaus, Direktur Bumnag Koto tangah yang turut hadir dan menyaksikan kegiatan secara langsung menyatakan :
“Keterbukaan ini yang mendatangkan kepercayaan. Jika setiap transaksi jujur dan memuaskan, pembeli akan kembali dan mengajak kerabat. Pengunjung makin banyak, pasar makin ramai, dan pendapatan nagari ikut meningkat. Ini bukan kegiatan sekali waktu — tera ulang dan pembenahan akan terus kami jalankan sebagai kebiasaan.”
Iskandar, Parik Paga Nagari,sekaligus petugas retribusi pasar turut menyampaikan
“Pembeli menimbang ulang di rumah masing-masing. Kalau tak pas, nama pedagang, pengurus, bahkan nagari ikut ternoda. Tera ulang menjamin semua akurat — tak ada yang dirugikan, semua saling percaya. Itu harta paling berharga yang kami jaga.”
Para pedagang pun menyambut gembira. Selain ketepatan timbangan, pembenahan juga menyentuh lingkungan: saluran air yang dulu mampet dan berbau kini bersih, mushola serta toilet sudah layak dan memadai. Kenyamanan ini membuat warga makin betah berbelanja di sini.
Salah tokoh setempat menyatakan kejujuran adalah magnet yang tak pernah gagal menarik orang datang. Melalui tera ulang, pendidikan bersama, dan pembenahan yang terus-menerus, Rahman, Firdaus, serta seluruh pengurus membuktikan: Pasar Pekan Kamih bukan sekadar tempat jual-beli, melainkan wajah nagari yang lurus, bersih, dan dipercaya.
Semakin jujur timbangannya, semakin kokoh kepercayaannya — dan semakin cerah masa depannya.
(Fk/YamanLbs)
