MediaSuaraMabes | Humbang Hasundutan — Kondisi jaringan listrik di sepanjang jalan dan permukiman Desa Pusuk 2 yang menghubungkan Huta Sipang, Lumban Nauli hingga Huta Ri, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dikeluhkan warga. Sejumlah tiang listrik berbahan kayu dilaporkan telah lapuk, miring, bahkan nyaris tumbang. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar dua tahun.
Berdasarkan pantauan langsung Kabiro Media Suara Mabes Kabupaten Humbang Hasundutan di lokasi, sejumlah tiang penyangga jaringan listrik terlihat tidak lagi berdiri tegak. Sebagian tiang tampak mengalami pelapukan dan pembusukan, sementara beberapa lainnya disangga agar tetap berdiri.
Selain kondisi tiang, kabel jaringan listrik di sejumlah titik juga terlihat mengalami kerusakan pada lapisan pelindungnya. Kabel tampak terkelupas dan menjuntai rendah di sekitar semak belukar serta dekat jalur yang biasa dilalui masyarakat.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat jaringan listrik berada tidak jauh dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Anak-anak bermain di sekitar permukiman, sementara warga dan petani menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas dan membawa hasil kebun.
Menurut keterangan sejumlah warga, beberapa tiang di kawasan tersebut disebut pernah roboh hingga tiga kali. Warga juga mengaku telah berulang kali menyampaikan laporan kepada petugas PLN, baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon dan laporan resmi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, warga menyatakan belum melihat adanya perbaikan menyeluruh terhadap tiang dan kabel yang dinilai membahayakan.
“Kami takut sekali. Kalau hujan turun deras dan angin bertiup kencang, kami tidak tenang tidur. Takut tiang itu jatuh ke rumah atau ke jalan saat ada orang lewat. Kabel yang sudah terkelupas itu juga bisa menyebabkan kebakaran atau tersengat siapa saja yang tidak sengaja menyentuhnya,” ujar seorang warga.
Warga lainnya menyebut kondisi kabel yang rusak juga pernah menimbulkan kekhawatiran terhadap hewan yang melintas. Namun, berdasarkan informasi warga yang dihimpun di lapangan, belum terdapat laporan korban manusia akibat kondisi jaringan listrik tersebut.
Masyarakat berharap PLN segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap jaringan listrik di kawasan tersebut. Mereka meminta tiang yang sudah tidak layak diganti dan kabel yang rusak diperbaiki guna mencegah potensi kecelakaan maupun gangguan terhadap pelayanan listrik.
Kepala Desa Belum Berhasil Dikonfirmasi
Media Suara Mabes juga berupaya memperoleh keterangan dari Kepala Desa Pusuk 2, Tasius Buaton, untuk mendapatkan informasi mengenai laporan warga dan tindak lanjut pemerintah desa.
Namun, saat didatangi ke kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat karena sedang menghadiri pesta. Upaya menghubungi melalui telepon juga belum berhasil karena kondisi jaringan komunikasi di wilayah tersebut kurang lancar.
Hingga berita ini diturunkan, Media Suara Mabes belum memperoleh keterangan dari pihak Pemerintah Desa Pusuk 2 maupun PLN terkait laporan kerusakan jaringan tersebut.
Media Suara Mabes membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak PLN, pemerintah desa, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi jaringan, riwayat laporan masyarakat, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius. Mereka menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terlebih jaringan listrik berada di sekitar akses publik dan permukiman.
Perbaikan dan pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk memastikan jaringan listrik tetap aman dan andal, sekaligus mencegah potensi kecelakaan yang dapat terjadi akibat tiang lapuk maupun kabel yang mengalami kerusakan.
