MediaSuaraMabes | Ampek Nagari, Agam – Pentas Pendidikan Agama Islam dan Seni (PAIS) Kecamatan Ampek Nagari menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus membangun generasi yang cerdas, terampil, beriman, dan berakhlak mulia. Kegiatan yang diikuti peserta dari 25 sekolah tersebut berlangsung di Aula SDN 11 Pudung, Selasa (27/10/2026), dengan melibatkan 275 peserta dalam lima cabang perlombaan.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, H. Mursal Asmir, S.Ag., SH., MA., hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Rinalfi, S.Ag., SH., MM. Adapun pembukaan resmi kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Aslim, M.Pd.; Camat Ampek Nagari, Zulwardi, S.Sos.; Koordinator Unit Kerja (KUK) Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Watman Syuib, S.Pd.; Ketua K3S, Meldi Jupra, S.Pd.; Ketua KKG PAI, Hj. Syukralaili, M.Pd.; para kepala SD se-Kecamatan Ampek Nagari; Kepala SDN 11 Pudung, Anhar Elvias Novid, S.Pd., M.Pd.; serta Guru Pendidikan Agama Islam se-Kecamatan Ampek Nagari.
Dalam sambutannya, H. Mursal Asmir menyampaikan pesan yang menggugah seluruh peserta dan insan pendidikan agar tidak memandang Pentas PAIS semata-mata sebagai ajang memperebutkan piala dan penghargaan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat nilai-nilai Islam, dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Apa gunanya kita pandai membaca Al-Qur’an jika perilaku kita tidak mencerminkan ajaran Al-Qur’an? Apa gunanya kita meraih juara dalam perlombaan keagamaan jika kita belum mampu menghormati orang tua dan guru?” ungkap Mursal.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan agama Islam tidak cukup diukur dari kemampuan peserta didik menguasai materi pelajaran atau memenangkan perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai agama tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Piala dapat disimpan di lemari, piagam dapat digantung di dinding, tetapi akhlak yang baik akan dikenang sepanjang kehidupan. Karena itu, jangan hanya mempersiapkan anak-anak agar pintar, tetapi pastikan mereka juga memiliki akhlak,” tegasnya.
Kepada para peserta, ia berpesan agar bertanding dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati sesama, serta menerima hasil perlombaan dengan lapang dada. Peserta yang meraih juara hendaknya tetap rendah hati, sedangkan yang belum berhasil harus terus belajar dan berlatih.
Mursal juga mengapresiasi kerja sama Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah kecamatan, kepala sekolah, KKG PAI, K3S, dan para guru dalam memperkuat pendidikan agama Islam di sekolah.
Menurutnya, Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai ilmu keagamaan, melainkan juga sebagai teladan dalam membangun kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
“Kita tidak sekadar mempersiapkan anak-anak untuk memenangkan perlombaan hari ini. Kita sedang mempersiapkan pemimpin, pendidik, ulama, dan generasi penerus bangsa untuk masa depan,” tuturnya.
Ia berharap Pentas PAIS menjadi bagian dari transformasi pendidikan agama Islam yang bermutu, moderat, berkarakter, berbasis cinta, dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Dalam laporan panitia, Ketua K3S Kecamatan Ampek Nagari, Meldi Jupra, S.Pd., menyampaikan bahwa Pentas PAIS tahun ini diikuti oleh 25 sekolah dengan jumlah peserta mencapai 275 orang yang berkompetisi dalam lima cabang perlombaan.
Ia mengapresiasi dukungan seluruh sekolah, guru PAI, kepala sekolah, dan pihak terkait yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pentas PAIS merupakan wadah untuk mengembangkan potensi peserta didik sekaligus meningkatkan semangat sekolah dalam membina kemampuan keagamaan dan seni Islami.
Ia berharap pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan mampu melahirkan peserta terbaik yang dapat mengharumkan nama Kecamatan Ampek Nagari pada ajang Pentas PAIS tingkat Kabupaten Agam.
“Semoga melalui kegiatan ini lahir generasi terbaik yang membanggakan dan mampu membawa nama baik Ampek Nagari,” harapnya.
Koordinator Unit Kerja (KUK) Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Watman Syuib, S.Pd., menegaskan bahwa Pentas PAIS memiliki posisi penting dalam mendukung pelaksanaan kurikulum dan pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan di sekolah mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang harus saling mendukung. Intrakurikuler menjadi ruang pembelajaran utama, kokurikuler memperkuat dan memperdalam pembelajaran, sedangkan ekstrakurikuler menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan keterampilan siswa.
Menurutnya, Pentas PAIS menjadi salah satu ajang praktik untuk mengukur sekaligus mengembangkan kemampuan yang diperoleh peserta didik melalui proses pembelajaran dan pembinaan di sekolah.
Ia berharap pada masa mendatang cabang perlombaan dapat ditambah, antara lain lomba doa dan khutbah, sehingga semakin banyak kompetensi keagamaan siswa yang dapat dikembangkan.
“Harapan kita ke depan, masjid dan musala tidak kekurangan mubalig. Kita ingin melahirkan generasi yang mampu tampil, menyampaikan pesan agama, dan mengambil peran di tengah masyarakat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam arahannya.
KUK menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pentas PAIS sebagai bagian dari pembinaan pendidikan secara utuh. Ia berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi sarana untuk membangun generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengamalkannya.
Camat Ampek Nagari, Zulwardi, S.Sos., menyambut baik penyelenggaraan Pentas PAIS dan menyebutnya sebagai gebyar syiar Islam yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keimanan, dan akhlak. Ia menekankan bahwa ilmu harus disertai iman, sementara akhlak menjadi bagian yang sangat penting dalam menentukan kualitas pribadi seseorang.
“Harapan kita, anak-anak tidak hanya memiliki ilmu yang tinggi, tetapi juga iman yang kuat dan akhlak yang mulia. Bahkan, akhlak harus menjadi perhatian utama dalam membentuk kepribadian generasi penerus,” demikian pesan yang ditekankannya.
Camat juga mengusulkan agar cabang perlombaan pada pelaksanaan berikutnya diperluas, termasuk lomba khutbah dan praktik penyelenggaraan jenazah. Menurutnya, keterampilan tersebut penting sebagai bekal generasi muda agar mampu berperan dalam kehidupan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap Pentas PAIS tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ilmu, penguatan iman, dan pembentukan akhlak peserta didik.
