Apa itu Uang Plastik ?

JakartaBicara, Jakarta – Menurut Adharta Ongkosaputra, Ceo Kill covid-19 Relief International Service (KRIS) sekaligus ketua umum Kil Covid-19. Dalam WAG Medsos KRIS hari Senin 8 jan ‘24 menyebutkan Istilah uang plastik, uang KTP, uang utangan, macam-macam penyebutan kartu kredit, namun yang pasti mempermudah transaksikqta dia.

Uang plastik itu lazim disebut kartu kredit. Kartu kredit adalah alat pembayaran secara non tunai dengan menggunakan kartu yang diterbitkan oleh sebuah bank. Kartu kredit dapat membantu nasabah untuk melakukan transaksi di awal dan dibayarkan oleh bank, namun akhirnya nasabah harus membayar nominal yang sudah ditentukan oleh pihak bank setiap awal bulan ke bank yang bersangkutan.

Tentunya tagihan yang diberikan oleh bank kepada nasabah berupa pinjaman pokok, bunga dan biaya lainnya. Dengan menggunakan kartu kredit bank memfasilitasi. Tentunya tagihan yang diberikan oleh bank kepada nasabah berupa pinjaman pokok, bunga dan biaya lainnya.

Dengan menggunakan kartu kredit bank memfasilitasi nasabahnya untuk memiliki waktu fleksibel dalam transaksi. Selain itu, di dalam kartu kredit terdapat fasilitas seperti promo penggunaan dan discount yang didapat oleh penggunanya.

Berikut ini beberapa jenis kartu kredit yang sudah dilansir dari berbagai sumber:
1. Kartu kredit silver Kartu ini memiliki limit kartu kredit yang paling rendah sekitar Rp4.000.000 hingga Rp7.000.000. umumnya dapat diajukan oleh nasabah dengan penghasilan minimal Rp3.000.000 per bulannya. Kartu kredit platinum Kartu ini memiliki limit kredit sekitar Rp40.000.000 hingga Rp1.000.000.000. umumnya dapat diajukan oleh nasabah yang berpenghasilan minimal Rp180.000.000.

2. Kartu kredit platinum Kartu ini memiliki limit kredit sekitar Rp40.000.000 hingga Rp1.000.000.000. umumnya dapat diajukan oleh nasabah yang berpenghasilan minimal Rp180.000.000. Kartu kredit gold Kartu ini memiliki limit kartu kredit sekitar Rp10.000.000 hingga Rp40.000.000. umunya dapat diajukan oleh nasabah dengan penghasilan sekitar Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000

3. Kartu kredit gold Kartu ini memiliki limit kartu kredit sekitar Rp10.000.000 hingga Rp40.000.000. umumnya dapat diajukan oleh nasabah dengan penghasilan sekitar Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000

4. Kartu kredit titanium Kartu kredit ini sangat terbatas pemiliknya. Tidak semua orang bisa mendapatkan kartu kredit ini, karena hanya diundang secara langsung oleh bank yang akan mendapatkan kartu ini. Karena proses kepemilikannya yang dipilih oleh bank, maka tidak pasti apakah persyaratan dari kartu kredit titanium ini.

Fungsi kartu kredit : Penolong dalam keadaan darurat Kartu ini menjadi alat yang dapat membantu nasabah dalam melakukan pembayaran yang sifatnya darurat atau jika kamu kesulitan dalam memperoleh uang tunai secara cepat. Pengeluaran lebih tertata Kamu akan mendapatkan catatan setiap transaksi yang kamu lakukan dalam sebuah lembar tagihan di setiap bulannya.

Tagihan tersebut tentu berisi semua transaksi yang kamu lakukan menggunakan kartu kredit. Dengan adanya lembar transaksi tersebut, pengeluaran kamu di setiap bulannya akan dilacak sehingga pengeluaran kamu bisa lebih tertata dan kamu bisa mengatur keuangan kamu jadi lebih bijak.

Disamping itu dapat juga berfungsi, Memberikan perlindungan tambahan atas pembelian Beberapa perusahaan atau bank penerbit kartu kredit biasanya akan bersedia membantu kamu dalam menyelesaikan masalah seputar pembelian suatu produk.

Jika dari pihak penjual bersedia mengambil kembali produk yang cacat dan tidak memuaskan.
Bagaimana persyaratan membuat kartu kredit ?
1. Minimal pemegang kartu utama adalah 21 tahun dan maksimal 65 tahun
2. Minimal pemegang kartu tambahan minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun
3. Fotokopi keterangan penghasilan atau slip gaji
4. Kartu identitas berupa KTP/SIM atau Paspor
5. Tagihan kartu kredit 3 bulan terakhir (untuk yang sudah memiliki).
6. Fotokopi akte pendirian perusahaan (TDP) dan SIUP (untuk pengusaha). Fotokopi rekening 3 bulan terakhir (untuk pengusaha). Fotokopi keterangan izin praktik (untuk professional).

Pengalaman Adharta, terkait kartu kredit Semasa tahun 70an ujar Adharta, kita cuma kenal kartu kredit Amex dan Diners Club, Diners Club sebagai charge card didirikan oleh Frank Mc Namara tahun 1950an. pada awalnya sambung Adharta lagi hanya sebagai perkumpulan makan-makan dan arisan atau giliran bayar, lalu berkembang menjadi bisnis yang bersifat international mengalahkan kartu kredit, beda kartu kredit dengan charge Card, kalau kartu kredit bisa bayar cicil sedangkan Charge card harus bayar lunas saat jatuh tempo, selain itu masih banyak tipe kartu untuk pembayaran seperti Debit Card (ATM), Smart Card ( Etoll dll ), Smart money (Niaga), Gramm (QNB), sampai Alto atau Master yang bisa di link ke ATM atau kartu Kredit.

Saya memegang Diners Club pada tahun 1978, kata Adharta mengenang pengalamannya pertama kali setelah Amex masuk Indonesia, saat itu Merchant nya tidak ada jadi hanya berguna kalau dipakai di Luar Negeri, menjadi member Amex atau Diners Club sangat susah, harus di fit and Proper test dan bisa ber bulan-bulan, saya beruntung karena Darmanto dan bapak Soetanto (kelak dua-duanya jadi Dirut Amex Indonesia).

Teman saya namanya di pakai di Iklan Amex, jadi dia merekomendasikan saya memakai Amex dan dalam waktu yang bersamaan pemegang kartu Amex juga memegang Diners Club, pada saat penyerahan kartu di hotel Indonesia dan Mr. Frank Mc Namara sendiri datang dan makan malam bersama, sayang kartu Amex dan Diners sudah tidak favorit lagi di ganti Master dan Visa yang lebih flexible dan mudah didapat kenangnya.

Saya menggunakan kartu kredit Citibank Ultima, Platinum, lagi ada promo nonton gratis di Studio XXI dengan tukar point jadi asyik juga kata dia, selain itu BNI menawarkan makan gratis di 7 restaurant terkenal untuk 2 orang, dan UOB menaawarkan tour keliling dunia, Mandiri menawarkan buy one get one untuk tiket bisnis class Garuda (paling sering saya pakai karena jatuh murah sekali)

Begitu gencar para bank mempromosikan Kartu Kredit dengan segala cara merayu konsumen agar memakai Kartu Kredit tanpa bayar atau gratis iurannya.

Uang plastik, saya rasa tepat sebutannya, aman dan juga terkontrol pemakaiannya serta banyak keuntungan, tetapi jika disalah gunakan bisa menjadi bumerang menjadi stress dan buat keluarga susah juga teman-teman semua karena pemakaian kartu kredit yang tidak bertanggung jawab.

Ada suatu kisah, suatu hari kami makan malam dengan beberapa pastor dari Papua, sehabis makan istri saya bayar pakai Kartu Kredit, langsung salah satu romo bangun berdiri, katanya aduh kasihan kalau ibu ga ada uang kok harus gadai KTP, lucu sekali, tapi saya selalu teringat kisah itu dan menjadi suatu renungan tersendiri,

Mengapa ? Karena seperti rasa perhatian romo tadi ! Memang kita hidup ini seperti Kartu Kredit, “bisa dipakai tapi bukan milik Kita” tetapi milik bank.

Dan bank kita adalah kehidupan di atas sana, dimana tidak ada keluh kesah dan air mata lagi, kalau kita sudah kembali kepada pemiliknya.

Di bumi, kita boleh memakai diri kita sesuka kita tapi kelak kita harus membayarnya, kita harus mempertanggung jawabkan, seperti halnya debt kolektor yang menagih hutang karena kita memakai kartu kredit tapi tidak bayar, kitapun akan sama halnya kalau memakainya bukan menjadi hak kitatutup sebaliknya jika kita menabung dengan deposito berkelebihan kita juga akan menikmati sukacita yang besar pula, itulah hidup.

Semoga kita bisa memanfaatkan kartu kredit kehidupan sekemampuan kita hidup, jika memungkinkan kita menyimpan kebaikan Sebagai Kreditur bukan sebagai Debitur bagi akhir pertanggung jawaban kita. Semoga kita mampu, memanfaatkan seluruh yang dipinjamkan Tuhan kita dengan penuh tanggung jawab.kata Adharta menutup pengalamannya (Ring-o).

5 Likes

Author: admin