Jakarta Bicara – MSM Group TNI & POLRI Karhutla di Kawasan Jembatan 12 dan 14 Pangmilang Berhasil Dipadamkan

Karhutla di Kawasan Jembatan 12 dan 14 Pangmilang Berhasil Dipadamkan

MediaSuaraMabes | Singkawang — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan TNI bersama tim gabungan di Kota Singkawang. Personel Koramil 1202-02/Singkawang Selatan bersama Yon TP 839/SA BKO, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kelurahan serta unsur terkait turun langsung melakukan pengecekan, pemadaman dan pendinginan di wilayah Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Jumat (11/9/2026).

Penanganan Karhutla dilakukan di sekitar Jembatan 12 bagian belakang serta Jembatan 14 yang berada di akses Jalan Arteri Bandara Singkawang. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Kondisi lahan yang terbakar didominasi tanah gambut dengan vegetasi berupa ilalang, pakis, semak belukar dan kayu-kayu kecil. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara intensif, terutama untuk memastikan bara yang berada di dalam lapisan gambut benar-benar padam.

Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran dan pendinginan pada dua lokasi yang masih mengeluarkan asap. Dalam proses tersebut, petugas mengerahkan dua unit mesin pompa air milik Koramil, satu unit pompa Manggala Agni, satu unit pompa MPA serta satu unit tangki Damkar Manggala Agni.

Langkah pendinginan dilakukan secara menyeluruh guna mencegah bara api di dalam lahan gambut kembali menyala dan berpotensi memicu meluasnya kebakaran.

Pjs. Danramil 1202-02/Singkawang Selatan Peltu Kemal Lukmansyah bersama personel Koramil dan Letda Inf Ahmad Eko Santoso turut memimpin unsur TNI dalam penanganan di lapangan.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB, api di lokasi berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih menemukan bara dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan akibat karakteristik tanah gambut yang mudah menyimpan panas dan kembali terbakar.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman. Kondisi musim kemarau yang disertai cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebaran api, sehingga kewaspadaan dan pemantauan di wilayah rawan Karhutla perlu terus ditingkatkan.

Tim gabungan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Sinergi antara TNI, Manggala Agni, MPA, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah Karhutla meluas serta menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat di wilayah Kota Singkawang.

Sumber: Pendim 1202/Skw.

1 Likes

Author: admin