MediaSuaraMabes | Kutacane, Aceh Tenggara — Kondisi rabat beton pada proyek Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Simpang Empat–Tenembak Langlang, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai retakan pada sejumlah bagian pekerjaan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mutu konstruksi dan pelaksanaan pengawasan proyek yang dibiayai melalui anggaran daerah.
Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.975.525.000 yang bersumber dari APBK melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2026. Pelaksana pekerjaan tercantum atas nama CV Karta Abadi, dengan nomor kontrak 620/647/SPPK/PA/DOKA/PUPR-AGR/VIII/2026.
Pekerjaan dimulai pada 17 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada 28 Desember 2026. Dengan masa pelaksanaan yang masih berjalan, kondisi pekerjaan yang dilaporkan mengalami keretakan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.
Foto yang diterima redaksi memperlihatkan retakan pada sejumlah bagian rabat beton, baik memanjang maupun melintang. Namun, penyebab keretakan dan tingkat kerusakan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan dokumentasi visual. Diperlukan pemeriksaan lapangan serta pengujian teknis untuk menentukan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan mutu material, proses pengerjaan, perawatan beton, kondisi dasar, atau faktor lainnya.
Dugaan Penggunaan Material Perlu Diperiksa
Seorang sumber yang mengaku memahami bidang konstruksi menduga jenis semen yang digunakan turut memengaruhi kondisi beton. Sumber tersebut menyoroti kemungkinan penggunaan Portland Composite Cement (PCC) dan meminta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis proyek diperiksa.
Meski demikian, dugaan penggunaan material tertentu belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum didukung dokumen pengadaan, catatan material, spesifikasi kontrak, dan hasil pemeriksaan teknis.
Penggunaan semen PCC maupun Ordinary Portland Cement (OPC) perlu dinilai berdasarkan persyaratan desain, standar yang berlaku, dan spesifikasi pekerjaan. Jenis semen saja tidak cukup untuk menyimpulkan penyebab keretakan atau menentukan ada tidaknya pelanggaran. Mutu campuran, rasio air-semen, pelaksanaan pengecoran, pemadatan, perawatan beton, dan kondisi lapangan juga perlu diperiksa.
