Jakarta Bicara – MSM Group Daerah Kementerian LH, PLTA Saguling, dan Stakeholder Satukan Langkah Selamatkan Sungai Citarum dan Waduk Saguling

Kementerian LH, PLTA Saguling, dan Stakeholder Satukan Langkah Selamatkan Sungai Citarum dan Waduk Saguling

MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Upaya menjaga kelestarian Sungai Citarum dan Waduk Saguling terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, serta berbagai pegiat lingkungan. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Diskusi Kementerian Lingkungan Hidup bersama Managemen PLTA Saguling dan Stakeholder terkait Upaya Penyelamatan Waduk Saguling dan Sungai Citarum yang dilaksanakan di Bening Saguling Foundation, salah satu mitra binaan UBP Saguling.

Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk bertukar pandangan dan menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan di kawasan Sungai Citarum, khususnya terkait keberadaan eceng gondok yang dapat mengganggu kualitas lingkungan, aliran sungai, serta fungsi waduk apabila tidak dikelola dengan baik.

Diskusi dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup, yang diwakili oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, Bapak Tulus Laksono, beserta tim. Senior Manager UBP Saguling, Manager Administrasi Bapak Huta Rianto, perwakilan DLH Kabupaten Bandung Barat, Kepala Desa Karangtanjung, Bidang CSR Kantor Pusat PLN Indonesia Power, Tim Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (PAGAR Saguling), Koordinator Pokja Perencanaan PPMA serta Pembinaan Kinerja Daerah beserta staf, serta para pegiat dan aktivis lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh sekitar 45 peserta dari berbagai unsur dan latar belakang yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan Sungai Citarum dan Waduk Saguling.

Dalam diskusi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta upaya yang telah dilakukan di lapangan. Forum ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi bahwa penyelamatan Sungai Citarum tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Salah satu pembahasan utama adalah upaya pengendalian dan pemanfaatan eceng gondok yang tumbuh di kawasan Sungai Citarum, khususnya pada aliran yang menjadi sumber air menuju Waduk Saguling.

“Penanganan eceng gondok dan menjaga kualitas Sungai Citarum membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah, perusahaan, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama. Kami mengapresiasi upaya PLTA Saguling dalam mengelola dan memanfaatkan eceng gondok sebagai bagian dari solusi lingkungan yang berkelanjutan.”, ujar Bapak Tulus Laksono.

PLN Indonesia Power UBP Saguling turut memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam mengelola eceng gondok agar tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Pemaparan tersebut disampaikan oleh Taufan Kurniawan selaku ASMAN Keamanan Humas. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah BOSS (Biomass Operating System of Saguling), yaitu upaya pemanfaatan biomassa eceng gondok sebagai bagian dari solusi pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber energi alternatif.

Selain BOSS, UBP Saguling juga menjalankan program kumbung jamur yang memanfaatkan eceng gondok sebagai salah satu media dalam proses budidaya jamur. Program ini menjadi contoh bagaimana material yang sebelumnya dianggap sebagai gulma perairan dapat diolah dan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Eceng gondok tidak semata-mata dipandang sebagai tanaman pengganggu, tetapi dapat dikelola melalui pendekatan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Bagi PLN Indonesia Power UBP Saguling, menjaga keberlanjutan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan operasional pembangkit. Sebagai pengelola PLTA yang sangat bergantung pada keberadaan sumber daya air, kondisi Sungai Citarum dan Waduk Saguling menjadi bagian penting yang harus dijaga bersama.

“Kami tidak hanya menjalankan fungsi bisnis pembangkitan ketenagalistrikan, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional, khususnya Sungai Citarum dan Waduk Saguling. Karena keberlanjutan pembangkit juga tidak terlepas dari keberlanjutan lingkungan.

PLTA Saguling terus berupaya mengelola eceng gondok melalui inovasi dan pemanfaatan, seperti BOSS dan program kumbung jamur. Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.”,ujar Bapak Doni Bakar.

Melalui diskusi ini, seluruh pihak didorong untuk memperkuat koordinasi dan membangun langkah nyata dalam mencegah pencemaran serta kerusakan lingkungan. Pemerintah, PLN Indonesia Power, pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam menjaga Sungai Citarum.

Dengan semangat gotong royong, pengelolaan eceng gondok dapat dilakukan secara lebih terpadu, sementara potensi pemanfaatannya dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

3 Likes

Author: admin