Jakarta Bicara – MSM Group TNI & POLRI Lahan Gambut Pangmilang Terbakar, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan dan Cegah Api Meluas

Lahan Gambut Pangmilang Terbakar, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan dan Cegah Api Meluas

MediaSuaraMabes | Singkawang, Kalbar — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Jalan Kaliasin Dalam (Kong MUI), RT 007/RW 002, Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Senin (31/8/2026).

Mengetahui adanya kebakaran, petugas gabungan langsung bergerak melakukan pengecekan lokasi, pemadaman dan pendinginan guna mengendalikan rambatan api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan sekitar.

Berdasarkan hasil ground check di lapangan, lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±2 hektare. Area tersebut merupakan lahan gambut dengan vegetasi berupa ilalang, pakis, rerumputan, kayu kecil dan semak belukar yang sebagian besar berada dalam kondisi kering.

Kondisi cuaca yang panas serta musim kemarau dengan rentang waktu tanpa hujan yang cukup panjang turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran dan mempercepat penyebaran api pada vegetasi yang kering.

Penanganan Karhutla dilakukan secara sinergis oleh Polres Singkawang, Polsek Singkawang Selatan, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Pangmilang.

Sebanyak 24 personel dilibatkan dalam penanganan, terdiri dari 5 personel Polres Singkawang, 7 personel Polsek Singkawang Selatan, 5 personel Manggala Agni dan 7 personel MPA Kelurahan Pangmilang.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas menggunakan dua unit mesin pompa air, masing-masing milik Polsek Singkawang Selatan dan Manggala Agni.

Sumber air berupa kanal atau parit yang berada di sekitar lokasi dimanfaatkan untuk proses pemadaman dengan jarak sekitar 50 hingga 100 meter dari titik kebakaran.

Kapolsek Singkawang Selatan IPTU Dian Edi Sarwono, S.H., M.H., mengatakan pihaknya bersama unsur terkait terus berupaya maksimal agar rambatan api dapat dikendalikan dan tidak meluas.

“Kami berupaya maksimal untuk melakukan pemadaman agar rambatan api dapat terkendali dan tidak meluas. Tantangan El Nino tidak seperti pada musim kemarau biasanya, dengan rentang waktu tanpa hujan yang jauh lebih lama membuat kekeringan ekstrem sehingga lahan mudah terbakar,” ujar IPTU Dian Edi Sarwono, S.H., M.H.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak, mengingat lahan gambut dan vegetasi kering memiliki potensi menyimpan bara serta memudahkan api kembali menyala.

Selain mengandalkan upaya petugas di lapangan, Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Kami mengimbau agar warga dapat ikut berkontribusi. Jika tidak ikut serta dalam proses pemadaman, setidaknya dapat menjaga dan memantau lingkungan sekitarnya serta menghindari tindakan yang dapat memicu terbakarnya lahan,” imbaunya.

IPTU Dian Edi Sarwono menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan tidak hanya bertindak ketika api sudah membesar, tetapi turut melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar.

“Mari kita peduli dan ikut prihatin pada kondisi saat ini. Banyak pihak yang dirugikan dengan adanya Karhutla,” tegasnya.

Dari penanganan yang dilakukan, petugas berhasil memadamkan area sekitar ±1 hektare.

Meski api utama telah berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil dan kepulan asap di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan. Apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh, bara tersebut berpotensi kembali memicu kebakaran.

Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan, penyisiran dan pemantauan terhadap area yang masih mengeluarkan asap.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik panas yang luput dari penanganan dan mencegah terjadinya penyalaan kembali.

Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya Karhutla belum dapat diketahui.

Petugas masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan pemantauan terhadap kondisi di lokasi. Faktor cuaca panas, musim kemarau dan kondisi vegetasi yang kering disebut meningkatkan risiko kebakaran, namun belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab awal munculnya api.

Polres Singkawang bersama instansi terkait akan terus melakukan pemadaman dan pendinginan sampai seluruh titik api benar-benar padam serta kondisi lokasi dinyatakan aman.

Penyisiran dan pemantauan juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.

Penanganan Karhutla tersebut menjadi gambaran pentingnya sinergitas antara aparat kepolisian, Manggala Agni, MPA dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Di tengah kondisi kemarau dan kekeringan ekstrem, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya titik api baru.

Satu titik api harus segera dikendalikan.
Satu kepedulian dapat mencegah bencana yang lebih besar.

MEDIA SUARA MABES
TEGAS • LUGAS • TERPERCAYA

1 Likes

Author: admin