MediaSuaraMabes | Bekasi — Upaya penanganan kondisi Kali Blencong atau Kali Pisang Batu di wilayah Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dilakukan melalui kegiatan pengangkatan sampah dan eceng gondok, yang melibatkan tenaga kerja masyarakat dengan metode padat karya serta dukungan satu unit alat berat jenis ekskavator long arm.
Kegiatan yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), sesuai informasi yang diterima redaksi, menjadi bagian dari upaya penanganan kondisi aliran kali yang dipenuhi sampah dan tumbuhan eceng gondok.
Sebelumnya, pembersihan eceng gondok dilakukan secara manual dengan melibatkan sekitar 20 orang tenaga kerja dari masyarakat setempat. Metode tersebut menjadi salah satu langkah untuk membersihkan permukaan aliran kali yang tertutup tumbuhan air.
Dengan dukungan alat berat, pekerjaan ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan pada bagian aliran yang membutuhkan pengerjaan menggunakan peralatan mekanis. Sementara itu, tenaga kerja padat karya tetap berperan dalam pekerjaan yang dapat dilakukan secara manual.
Kondisi Kali Pisang Batu juga menjadi perhatian publik setelah hamparan eceng gondok yang menutupi aliran sungai di wilayah Pahlawan Setia dilaporkan pada 7 Oktober 2026. Keberadaan tumbuhan tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air apabila tidak ditangani secara berkelanjutan.
Normalisasi dan pembersihan aliran kali diharapkan dapat membantu menjaga fungsi saluran air, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat hujan. Namun, efektivitas penanganan perlu dilihat berdasarkan perkembangan pekerjaan di lapangan serta kondisi aliran setelah kegiatan selesai.
Selain pengerjaan teknis, pemeliharaan secara berkala dan keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting untuk menjaga kebersihan aliran kali. Pembuangan sampah ke sungai perlu dihindari agar hasil penanganan dapat bertahan lebih lama.
Saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan, Syarip Hidayat, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), menjelaskan bahwa pekerjaan tanggap darurat Kali Pisang Batu tersebut mencakup panjang sekitar 2 kilometer.
Dalam pelaksanaannya, menurut Syarip Hidayat, pihaknya menurunkan satu unit alat berat jenis ekskavator dan satu unit mobil pengangkut eceng gondok untuk mendukung proses pembersihan serta pengangkutan tumbuhan air yang diangkat dari aliran kali.
Pengerjaan tanggal darurat ini juga menggunakan metode padat karya melalui pekerjaan manual yang melibatkan tenaga kerja masyarakat. Metode ini diharapkan dapat mendukung penanganan sungai sekaligus memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Syarip Hidayat menjelaskan bahwa penggunaan alat berat dan tenaga kerja manual menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran pekerjaan tanggap darurat. Penanganan eceng gondok dilakukan agar tumbuhan air yang menutupi aliran dapat diangkat dan selanjutnya diangkut dari lokasi.
Muspika Tarumajaya Berikan Dukungan Armada Pengangkut
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Aris dari unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tarumajaya.
Saat memberikan keterangan kepada awak media, Aris menyampaikan bahwa pihak Kecamatan Tarumajaya turut mendukung kegiatan normalisasi dengan menurunkan dua unit mobil pengangkut eceng gondok.
Dukungan armada tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar proses pengangkutan hasil pembersihan sehingga eceng gondok yang telah diangkat tidak menumpuk terlalu lama di sekitar lokasi pekerjaan.
Keterlibatan BBWSCC, pihak kecamatan, tenaga kerja padat karya, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menangani kondisi Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia.
Normalisasi ini diharapkan dapat membantu menjaga fungsi aliran sungai dan mengurangi hambatan aliran air akibat penumpukan tumbuhan air. Pemeliharaan secara berkala juga diperlukan agar hasil pembersihan dapat dipertahankan dan kondisi sungai tetap terjaga.
Media Suara Mabes akan terus mengikuti perkembangan kegiatan normalisasi Kali Blencong/Pisang Batu, termasuk pelaksanaan pekerjaan sepanjang sekitar 2 kilometer dan dukungan pengangkutan eceng gondok dari pihak terkait.
