MediaSuaraMabes | Kab. Indragiri Hilir, Tembilahan — Pelaksanaan proyek pembangunan di kompleks pendidikan Muhammadiyah yang menaungi TK ABA, SD, SMP, dan SMA Muhammadiyah dalam satu lokasi menjadi perhatian setelah Media Suara Mabes Kabupaten Indragiri Hilir melakukan kunjungan lapangan untuk memperoleh informasi dan melakukan konfirmasi terkait program pembangunan yang disebut berkaitan dengan Dana RAPID.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas jurnalistik untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan sekaligus menggali informasi mengenai sumber pendanaan, besaran anggaran, peruntukan, serta pelaksanaan proyek di lingkungan pendidikan tersebut.
Dalam kunjungan itu, awak Media Suara Mabes sempat bertemu langsung dengan Kepala SMA Muhammadiyah. Sejumlah pertanyaan diajukan, salah satunya mengenai besaran anggaran pembangunan yang telah diterima dari pemerintah.
Namun, jawaban yang disampaikan kepala sekolah terbilang mengejutkan. Ketika ditanyakan mengenai berapa besar anggaran yang telah diberikan pemerintah untuk pembangunan tersebut, kepala sekolah dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui besaran anggaran yang telah diberikan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam penelusuran media, mengingat pembangunan berada di lingkungan satuan pendidikan dan menyangkut program pendanaan yang perlu dipahami secara jelas oleh pihak-pihak terkait maupun masyarakat.
Meski demikian, pernyataan kepala sekolah tersebut tidak serta-merta dapat diartikan sebagai adanya penyimpangan atau pelanggaran. Bisa saja terdapat mekanisme pengelolaan anggaran tertentu di tingkat yayasan, panitia pembangunan, atau pihak lain yang menyebabkan kepala sekolah tidak memegang informasi mengenai nilai keseluruhan anggaran.
Karena itu, diperlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang secara administratif menerima, mengelola, dan mempertanggungjawabkan Dana RAPID tersebut.
Dalam kunjungan yang sama, Media Suara Mabes juga mendatangi TK ABA, SD, SMP, dan SMA Muhammadiyah yang berada dalam satu kompleks.
Dari seluruh satuan pendidikan tersebut, TK ABA Muhammadiyah dinilai memberikan sambutan dan respons yang baik terhadap kedatangan awak media. Sementara itu, pada kunjungan ke satuan pendidikan lainnya, media merasakan adanya respons yang relatif berbeda dan lebih berhati-hati terhadap kehadiran wartawan.
Perbedaan respons tersebut tentu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa terdapat informasi yang sengaja disembunyikan. Namun, situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi publik, khususnya terkait pelaksanaan pembangunan dan penggunaan dana yang bersumber dari program pemerintah.
Media Suara Mabes menegaskan bahwa kedatangan wartawan bukan untuk menghakimi pihak sekolah maupun mencari-cari kesalahan. Penelusuran dilakukan untuk memperoleh fakta lapangan dan memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses konfirmasi.
SD dan SMP Belum Dikonfirmasi
Untuk satuan pendidikan SD dan SMP Muhammadiyah, Media Suara Mabes belum sempat melakukan konfirmasi langsung kepada masing-masing kepala sekolah mengenai besaran anggaran maupun mekanisme pengelolaan Dana RAPID.
Oleh sebab itu, media belum menarik kesimpulan apa pun terkait pengelolaan dana pada kedua satuan pendidikan tersebut.
Konfirmasi kepada kepala sekolah SD dan SMP, pihak yayasan, pengelola program, maupun instansi pemerintah yang terkait dengan pemberian Dana RAPID menjadi penting agar informasi mengenai nilai anggaran dan pelaksanaan pembangunan dapat disampaikan secara utuh.
Apabila Dana RAPID yang dimaksud merupakan dana yang bersumber dari pemerintah, maka informasi mengenai sumber anggaran, nilai bantuan, peruntukan, penerima, pelaksana pekerjaan, progres pembangunan, serta pertanggungjawaban penggunaannya menjadi hal yang patut diklarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Keterbukaan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan media, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan upaya membangun kepercayaan terhadap lembaga pendidikan.
Media Suara Mabes Kabupaten Indragiri Hilir masih memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada pihak SMA, SD, SMP, TK ABA, yayasan, maupun pihak pemerintah terkait untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi.
Jika seluruh pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran telah berjalan sesuai ketentuan, maka penjelasan terbuka dari pihak terkait justru akan menjadi jawaban penting bagi publik sekaligus meluruskan berbagai pertanyaan yang muncul.
Media Suara Mabes akan terus melakukan konfirmasi dan verifikasi sebelum menyimpulkan adanya persoalan dalam pelaksanaan program tersebut.
Dum 0791
