Jakarta Bicara – MSM Group Daerah Team BPP dan POPT Bersama Babinsa Sertu Parmadi Lakukan Pengendalian OPT dengan Trichogramma di Kelompok Tani Subur Jaya II

Team BPP dan POPT Bersama Babinsa Sertu Parmadi Lakukan Pengendalian OPT dengan Trichogramma di Kelompok Tani Subur Jaya II

MediaSuaraMabes | Tarumajaya, Bekasi — Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Babinsa Desa Setiamulya, Sertu Parmadi, melaksanakan kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan menggunakan Trichogramma di lahan pertanian Kelompok Tani Subur Jaya II, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung perlindungan tanaman padi melalui penerapan metode pengendalian hama secara hayati. Trichogramma merupakan serangga parasitoid yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan hama tertentu, khususnya melalui parasitasi telur serangga hama.

Mbak Febri dari tim POPT menjelaskan bahwa pemanfaatan Trichogramma merupakan salah satu upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara hayati pada tanaman padi.

Menurutnya, penerapan metode tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan jenis hama sasaran. Pendampingan kepada petani juga diperlukan agar penggunaan agen hayati dapat dilakukan secara tepat sesuai rekomendasi teknis petugas pertanian.

Melalui kegiatan di Kelompok Tani Subur Jaya II, Desa Setiamulya, tim POPT berharap petani semakin memahami alternatif pengendalian hama yang mendukung pertanian berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan di lahan pertanian ini juga menjadi kesempatan bagi petugas pertanian untuk memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani mengenai pemanfaatan metode pengendalian OPT yang sesuai dengan kondisi tanaman dan jenis hama yang ditemukan.

Babinsa Desa Setiamulya, Sertu Parmadi, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas pertanian dan upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah binaannya.

Pendampingan dan koordinasi antara petugas pertanian, Babinsa, serta kelompok tani diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman petani mengenai pengelolaan hama tanaman secara tepat, sekaligus mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Penggunaan agen hayati seperti Trichogramma dapat menjadi salah satu komponen dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis organisme pengganggu, kondisi tanaman, serta rekomendasi teknis dari petugas pertanian setempat.

Melalui kegiatan ini, Kelompok Tani Subur Jaya II diharapkan semakin memahami pentingnya pemantauan kondisi tanaman dan pengendalian OPT secara terarah demi mendukung kesehatan tanaman padi serta menjaga produktivitas pertanian.

Sinergi antara BPP, POPT, Babinsa, dan kelompok tani menjadi salah satu unsur pendukung dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

0 Likes

Author: admin